Prediksi Arsenal vs Wigan: Rotasi Mikel Arteta di Piala FA

Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:39:02 WIB
Prediksi Arsenal vs Wigan: Rotasi Mikel Arteta di Piala FA

JAKARTA - Panggung Emirates Stadium bersiap menjadi saksi perjuangan Arsenal untuk menjaga asa di kompetisi piala domestik tertua di dunia. Pertandingan antara Arsenal kontra Wigan Athletic akan tersaji di Emirates Stadium, Minggu (15/2) kick-off pukul 23.30 WIB. Dalam lanjutan Piala FA itu, The Gunners di atas kertas jelas lebih diunggulkan dibandingkan sang tamu yang datang dengan status non-unggulan.

Meski terdapat perbedaan kasta yang cukup mencolok, laga ini tetap menyimpan cerita menarik, terutama terkait momentum dan rotasi pemain yang akan dilakukan Arsenal. Bagi tim asuhan Mikel Arteta, pertandingan ini bukan sekadar mengejar tiket ke babak berikutnya, melainkan tentang bagaimana menjaga kedalaman skuad di tengah tuntutan jadwal kompetisi yang kian mencekik.

Ambisi Kebangkitan The Gunners di Piala FA

Arsenal menatap laga ini dengan sedikit rasa penasaran setelah hasil kurang maksimal di kompetisi domestik utama. Pertandingan terakhir Arsenal di Premier League berakhir dengan skor imbang 1-1 melawan Brentford. Hasil 1 poin di kandang ini membuat jarak mereka dengan Manchester City, peringkat kedua klasemen sementara Premier League, menjadi empat poin.

Ketajaman yang sedikit tumpul saat menghadapi The Bees menjadi alarm bagi Arteta. Namun, di tengah jadwal padat, menurunkan beberapa pemain cadangan dan menargetkan kemenangan atas Wigan menjadi target realistis sekaligus penting untuk menjaga mentalitas tim. Kemenangan meyakinkan di Piala FA dipercaya akan mengembalikan kepercayaan diri para penggawa Meriam London sebelum kembali bertarung dalam perburuan mahkota Liga Inggris.

Skenario Rotasi dan Peluang Pemain Pelapis

Menghadapi tim dari kasta yang lebih rendah memberikan ruang bagi Arteta untuk bereksperimen sekaligus memberikan waktu istirahat bagi pemain utama yang mulai kelelahan secara fisik. Mikel Arteta diprediksi akan melakukan rotasi. Beberapa nama seperti Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, hingga Riccardo Calafiori berpeluang tampil sejak menit awal guna memberikan kesegaran pada alur serangan tim.

Perubahan formasi ini juga dipicu oleh kondisi medis beberapa pilar kunci. Absennya Kai Havertz dan Mikel Merino karena cedera membuat Arteta harus pintar mengatur komposisi lini tengah dan depan. Alih-alih menjadi kerugian, situasi ini justru bisa menjadi kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas mereka dan membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan menit bermain lebih banyak di tim inti.

Kondisi Wigan Athletic: Perjuangan di Zona Merah

Di kubu tamu, Wigan Athletic datang dengan beban berbeda. Kondisi klub yang pernah menjuarai Piala FA secara dramatis pada 2013 lalu kini sedang tidak baik-baik saja. Klub yang kini bermain di kompetisi League One itu sedang berjuang di papan bawah klasemen, sebuah situasi yang kontras dengan kegemilangan mereka di masa lampau.

Tekanan bagi Wigan sangat terasa di liga domestik mereka sendiri. Posisi mereka berada di zona merah membuat fokus utama sebenarnya adalah bertahan di kasta ketiga sepak bola Inggris. Pergantian pelatih pekan lalu setelah rentetan hasil buruk menambah dinamika internal tim, yang secara teori akan membuat mereka sulit untuk fokus sepenuhnya menghadapi raksasa seperti Arsenal.

Potensi Kejutan dari Tim Underdog

Meskipun dalam kondisi compang-camping, Wigan tetap memiliki potensi untuk menghadirkan drama di London Utara. Laga melawan tim besar seperti Arsenal selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi pemain tim kecil untuk unjuk gigi. Tanpa tekanan besar, Wigan justru berpotensi tampil lepas, karena beban kemenangan sepenuhnya berada di pundak tuan rumah.

Bagi Arsenal, meremehkan lawan adalah sebuah kesalahan fatal yang sering terjadi di Piala FA. Arteta dituntut untuk memastikan bahwa siapa pun pemain yang diturunkan nanti, mereka harus tetap menjaga disiplin dan rasa lapar yang sama seperti saat menghadapi rival di papan atas. Kesuksesan di Emirates besok malam akan menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan untuk sisa musim 2026 yang kian menantang.

Terkini