Tradisi Menulis Kaligrafi di Van Mieu Vietnam: Simbol Harapan Baru

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:56:28 WIB
Tradisi Menulis Kaligrafi di Van Mieu Vietnam: Simbol Harapan Baru

JAKARTA - Di tengah arus modernisasi yang pesat, masyarakat Vietnam tetap memegang teguh akar budaya intelektual mereka melalui tradisi yang telah berusia berabad-abad. Memasuki hari-hari awal tahun baru, atmosfer magis menyelimuti kompleks Kuil Sastra atau Van Mieu-Quoc Tu Giam di Hanoi. Kompleks universitas pertama di Vietnam ini berubah menjadi pusat kegiatan spiritual dan budaya yang semarak. Van Mieu-Quoc Tu Giam nampak ramai dan sibuk oleh warga yang datang untuk tradisi xin chu atau meminta karakter kaligrafi di awal tahun baru, sebuah ritual yang lebih dari sekadar tulisan indah, melainkan manifestasi doa dan cita-cita.

Langkah kaki ribuan orang yang memadati area pelataran bukan tanpa alasan. Mereka datang untuk mencari keberuntungan dan bimbingan spiritual melalui guratan tinta para ahli kaligrafi. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Konfusianisme dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan masih menjadi napas kehidupan bagi masyarakat setempat, di mana aksara dipandang memiliki kekuatan untuk memandu nasib selama dua belas bulan ke depan.

Filosofi di Balik Guratan Aksara Kaligrafi

Tradisi xin chu bukan sekadar transaksi antara pengunjung dan seniman. Ini adalah proses sakral di mana seseorang merefleksikan keinginan terdalam mereka sebelum dituangkan ke dalam kertas merah yang melambangkan keberuntungan. Para cendekiawan dan kaligrafer yang duduk di area Ho Van (Danau Sastra) bertindak sebagai jembatan antara harapan manusia dan kebijaksanaan masa lalu. Karakter-karakter yang paling banyak diminta biasanya berkaitan dengan aspek fundamental hidup, seperti "Phuc" (Kebahagiaan), "Loc" (Kemakmuran), "Tho" (Umur Panjang), hingga "Duc" (Kebajikan).

Bagi para pelajar dan mahasiswa, karakter "Dang Khoa" (Lulus Ujian) atau "Tri" (Kebijaksanaan) menjadi primadona. Mereka percaya bahwa dengan membawa pulang karakter tersebut dari tempat yang menjadi saksi bisu sejarah intelektual Vietnam, semangat belajar mereka akan terus berkobar dan membuahkan hasil yang gemilang. Kedisiplinan para penulis kaligrafi dalam mengayunkan kuas menciptakan harmoni visual yang memikat setiap mata yang memandang.

Geliat Semarak di Universitas Pertama Vietnam

Suasana di Van Mieu selama libur Tahun Baru Imlek atau Tet benar-benar memanjakan panca indra. Aroma dupa yang harum berpadu dengan pemandangan warna merah dan kuning yang mendominasi dekorasi kuil. Van Mieu-Quoc Tu Giam ramai dikunjungi bukan hanya oleh warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung bagaimana warga Vietnam merayakan tradisi keilmuan mereka. Kehadiran keluarga-keluarga yang mengenakan pakaian tradisional Ao Dai menambah kekentalan nuansa budaya di setiap sudut kompleks bangunan kayu tersebut.

Festival kaligrafi yang diadakan secara rutin di lokasi ini memberikan ruang bagi para ahli kaligrafi dari berbagai generasi untuk unjuk kebolehan. Dari seniman senior dengan janggut putih yang bijaksana hingga seniman muda yang membawa perspektif baru dalam seni aksara, semuanya berkumpul untuk merayakan warisan leluhur. Kerumunan yang tertib mengantre di depan meja-meja kaligrafi menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap seni tulis ini.

Pesan Moral dan Edukasi Bagi Generasi Muda

Melalui tradisi meminta huruf ini, orang tua di Vietnam berupaya menurunkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak mereka. Di balik kertas merah yang cantik, terdapat pesan tentang pentingnya etika, kerja keras, dan bakti kepada orang tua. Tradisi ini menjadi sarana edukasi yang efektif di luar ruang kelas, di mana anak-anak belajar menghargai literasi dan seni sejak dini. Kuil Sastra bukan lagi sekadar situs sejarah yang beku, melainkan ruang kelas terbuka yang sangat hidup.

Setiap karakter yang diberikan oleh sang penulis biasanya disertai dengan penjelasan filosofis mengenai makna di baliknya. Hal ini menciptakan interaksi edukatif yang mendalam. Pengunjung diingatkan bahwa keberuntungan di tahun baru tidak datang begitu saja, melainkan harus diiringi dengan tindakan nyata dan perbaikan karakter diri sendiri sesuai dengan aksara yang mereka bawa pulang.

Harapan dan Optimisme di Awal Tahun Baru

Semaraknya Van Mieu-Quoc Tu Giam di awal tahun adalah simbol optimisme kolektif bangsa. Di tengah tantangan global, tradisi ini memberikan jangkar spiritual bagi individu untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan hidup. Mereka membawa pulang kaligrafi untuk dipajang di tempat terhormat di dalam rumah, sebagai pengingat harian akan resolusi yang telah dibuat di hadapan para leluhur dan cendekiawan besar yang namanya terukir di atas kura-kura batu di kompleks tersebut.

Dengan berakhirnya kunjungan ke Kuil Sastra, setiap orang membawa pulang lebih dari sekadar lembaran kertas. Mereka membawa harapan yang telah dibentuk oleh tinta dan kuas, sebuah janji untuk menjalani tahun baru dengan penuh semangat, kebijaksanaan, dan kebajikan. Keramaian di Van Mieu adalah bukti nyata bahwa budaya Vietnam akan terus tumbuh subur, berakar kuat pada tradisi namun tetap terbuka pada masa depan.

Terkini